Breaking News

Tuesday, July 28, 2009

MBAH SURIP: NOSTALGIA TAK GENDONG


SEKALI mendengar suaranya anda pasti tertarik. Langsung akan bertanya siapa gerangan orang yang bernyanyi itu. Bulan lepas, tengah sedap kena sate Jawa di Banda Aceh, terdengar lagu ‘Tak Gendong’. Muziknya lembut, tapi meriah.

Dua minggu lepas bila kembali ke Banda Aceh, saya terus menghubungi seorang kawan. Wah... memang terperanjat, bunyi deringan balas telefonnya membawakan lagu yang ditanya-tanya itu.

Mbah Surip dan ‘Tak Gendong’nya sekarang dah jadi satu nostalgia baru masyarakat seluruh Indon.

Tak Gendong naynyian pendatang baru itu tiba-tiba meletop. Ia kini meniti di bibir setiap rakyat, baik dari anak yang kecil maupun kepada mereka yang telah berumur. Malah Megawati dan Prabowo sendiri terpaksa minta bantuan Mbah Surip untuk kempen pemilihan Presiden Indonesia sepanjang bulan lepas.

Penampilan dirinya sedikit lucu. Bertopi ‘seniman’ dengan rambut panjang berpintal, baju yang berbelang-belang dan segalanya............lagak seorang penyanyi reggae. Serupa dengan pemuzik reggae Jamaika, Bob Marley.

Suara Mbah Surip besar dan parau. Ketawa “hahahaaa.......nya” besar, lucu dan menarik. Senikata Tak Gendong ‘simple’ dan bersahaja. Tapi cukup memikat. Sepertikan menarik rakyat ‘Indon’ melupakan seketika keparahan ekonomi yang masih mebelit mereka.

Penyanyi yang memiliki empat cucu ini sekarang sibuk dengan jadwal persembahan yang ketat setiap hari, sepanjang bulan.

Mbah Surip, nama asalnya Urip Aryanto, kini tak parlu lagi terpersok dengan identiti ‘seniman jalanan’ yang dimilikinya tahun-tahun sebelum ini. Tak Gendong yang diciptanya telah menjulang namanya.

Dan meski bapak-bapak yang di atas itu masih tidak dapat menyelesaikan ‘demam ekonomi’ rakyat, namun Mbah Surip dan Tak Gendongnya, untuk seketika, sekurang-kurangnya dapat mengubati rawan jiwa rakyat Indonesia yang terlonta-lonta ini.

No comments:

Designed By